Mau Berinvestasi di Reksa Dana?

Berdasarkan Undang-Undang Pasar Modal No 8 Tahun 1995, reksa dana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor) yang selanjutnya diinvestasikan kembali ke dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi (MI). Saat ini, investasi reksa dana mulai berkembang di masyarakat dan memiliki tingkat yang cukup tinggi di bidang investasi. Hal ini dikarenakan sudah ada banyak orang yang meraup keuntungan dengan melakukan investasi ini. Bagaimana dengan Anda sendiri? Apakah Anda tertarik untuk berinvestasi di reksa dana? Jika Anda menjawab iya, ada baiknya untuk menjawab pertanyaan di bawah ini terlebih dahulu:

Reksadana

Berapa jumlah dana yang ingin diinvestasikan?

1 juta, 2 juta, 10 juta, atau lebih dari itu? Berapapun dana investasi yang sudah Anda persiapkan itu tidaklah masalah karena batas minimum pembelian produk reksa dana adalah 100-250 ribu rupiah saja. Itu artinya, jika Anda ingin memulai investasi ini dengan modal 500 ribu, hal itu sah-sah saja. Permasalahannya adalah dana yang diinvestasikan haruslah uang yang menganggur atau tidak digunakan sama sekali. Ini artinya dengan menggunakan uang tersebut, biaya kebutuhan harian Anda tetap bisa terpenuhi seperti sedia kala.

Di lain sisi, jika kebutuhan harian Anda masih sulit untuk dipenuhi secara optimal, sebaiknya tunda dulu keinginan Anda untuk menginvestasikan uang Anda dalam berbagai bentuk investasi, termasuk reksa dana. Jika Anda memaksakan hal ini, kebutuhan harian Anda tidak akan terpenuhi dan Anda akan mengalami kesulitan hidup.

Di mana Anda akan membeli reksa dana?

Perlu Anda ketahui bahwa cuma ada dua tempat untuk membeli produk reksa dana apapun itu, yaitu Manajer Investasi (MI) dan Agen Penjual Reksa Dana (APERD). Just info, MI itu bukan orang atau individu tapi perusahaan. Di Indonesia sendiri, ada banyak sekali MI dan APERD yang bisa dijumpai. Kebanyakan dari mereka adalah perusahaan-perusahaan besar yang sudah cukup terkenal dan berpengalaman dalam bidang finansial dan perbankan, seperti AXA, Mandiri, BNI, CIMB, MNC, dan lain sebagainya. Nah, mana pilihan Anda? Tentu jawabannya hanya Anda sendiri yang bisa menjawab. Sangat disarankan untuk membeli reksa dana di Manajer Investasi atau Agen Penjual Reksa Dana yang statusnya masih aktif dan memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Produk reksa dana apa yang akan dipilih?

Secara garis besar, produk reksa dana dibagi menjadi tiga, yaitu saham, obligasi, dan pasar uang. Jika Anda ingin membeli produk reksa dana berupa saham, itu artinya bahwa Anda berhak atau sekian persen perusahaan yang sudah dibeli sahamnya. Sedangkan obligasi (bukti hutang perusahaan), itu artinya bahwa Anda meminjamkan pinjaman kepada perusahaan. Sedangkan untuk pasar uang, hal ini erat kaitannya dengan valuta asing atau perdagangan valas. Yang mana produk reksa dana pilihan Anda? Jangan memilih produk tanpa mempelajarinya terlebih dahulu dan menentukan tujuan investasi, apakah untuk jangka panjang atau jangka pendek.

Di sisi lain, jika Anda asal pilih produk reksa dana, Anda bisa saja mengalami kerugian. Misalnya, jika Anda membeli reksa dana dalam bentuk saham dan kemudian dalam waktu 1 tahun Anda sudah menjualnya, tentu Anda tidak akan untung atau justru Anda akan merugi. Perlu diketahui bahwa saham sangat cocok untuk investasi jangka panjang, lebih dari 5 tahun.

Mudah-mudahan dengan mengetahui informasi ini, Anda bisa berinvestasi di reksa dana secara optimal dan bisa mendapatkan keuntungan.