Ingin Investasi Tanah? Ini Tipsnya

investasi tanahInvestasi merupakan salah satu cara untuk menyimpan uang dalam bentuk benda atau barang. Jika dalam bentuk uang, maka membuat uang habis dengan sia-sia saja. Oleh karena itu, banyak orang memutuskan untuk berinvestasi. Adapun investasi yang dipilih banyak orang adalah investasi tanah. Mengapa? Karena tanah menjadi benda mati yang tidak dapat untuk diperbanyak sedangkan jumlah penduduk yang semakin tahun terus bertambah. Dengan bertambahnya jumlah penduduk, tentunya membutuhkan jumlah tanah terbatas. Terbatasnya jumlah tanah akan membuat harga tanah semakin tahun semakin mahal. Selain itu, investasi tanah merupakan investasi yang berjangka panjang dan resikonya lebih kecil. Investasi tanah juga tidak memerlukan perawatan khusus lain halnya dengan investasi rumah dan apartemen. Apakah Anda tertarik untuk investasi tanah? Jika Anda tertarik untuk investasi tanah, berikut tipsnya:

Menentukan lokasi

Lokasi menjadi hal penting untuk Anda pertimbangkan ketika ingin menjadikannya sebagai investasi. Biasanya lokasi tanah yang tidak jahu dari lokasi pemakaman dan juga berada di lokasi yang jahu dari tanah hitam, maka peminatnya sedikit. Oleh karena itu, pilihlah atau tentukan lokasi yang Anda inginkan menjadikan tempat investasi. Biasanya lokasi tanah yang terletka di wilayah bisnis atau di wilayah sedang berkembang menjadi pilihan banyak orang. Untuk itu, Anda dapat mencari lokasi tanah yang dijadikan investasi yang berada di lokasi seperti itu. Dengan Anda mencari lokasi tanah yang berada di tempat yang ramai, maka nilai jual tanah semakin tinggi. Selain nilai jual yang tinggi, dengan mendapatkan lokasi yang tepat akan membuat banyak para peminatnya sehingga membuat Anda lebih mudah untuk menjual nantinya.

Mempertimbangkan bentuk tanah

Jika Anda ingin membeli tanah untuk dijadikan sebagai investasi tidak hanya dilihat dari segi lokasi. Anda juga harus mempertimbangkan bentuk tanah. Ketahui mengenai bentuk tanah, kepadatannya, serta kerataan tanah. Bentuk tanah menjadi daya tarik tersendiri nantinya jika Anda ingin menjual tanah. Untuk itu, Anda harus mencari bentuk tanah yang padat dan rata. Untuk masalah bentuk, banyak orang yang tertarik dengan bentuk tanah persegi panjang. Pilih juga tanah yang menghadap utara dan selatan karena sinar matahari merata sepanjang tahun. Keadaan tanah yang padat dan juga rata, tentunya menjadi pilihan banyak orang karena mudah untuk dibangun dan juga tidak harus mengeluarkan biaya kembali untuk meratankan tanah.

Melakukan tawar menawar

Cobalah untuk melakukan tawar menawar terlebih dahulu sebelum Anda memutuskan untuk membelinya.  Jangan mudah untuk tergoda dengan penawarna yang diberikan. Cari tahu terlebih dahulu mengenai berapa harga pasaran tanah di tempat itu. Dengan Anda mendapatkan informasi, maka Anda akan mengetahui berapa harga yang sebenarnya sehingga tidak membuat Anda rugi saat membeli dan juga ketika Anda menjualnya. Mintalah informasi mengenai keadaan tanah baik kelebihan dan kekuranganya untuk menjadikan bahan pertimbangan memutuskan harga nantinya.

Mencari tahu kelengkapan surat menyurat

Tips yang terakhir ini tidak kalah pentingnya dari poin-poin di atas mengenai surat menyurat. Pastikan bahwa tanah yang akan Anda jadikan sebagai investasi merupakan tanah yang memiliki surat menyurat lengkap. Cari tahu mengenai isi surat perhatikan secara detail isi surat yang ada. Lihat atas nama siapa surat yang ada. Pastikan juga jika surat tanah yang dimiliki tidak dalam kondisi sengketa. Jika surat dalam kondisi sengketa, maka bisa membuat Anda rugi nantinya. Untuk mencari tahu apakah tanah dalam kondisi sengketa atau tidak, Anda dapat mencari informasi dari warga sekitar.

Tanah merupakan investasi yang cukup manjanjikan, tapi Anda harus mencari lokasi tanah yang tepat sebagai tempat untuk investasi.

Formula Sukses Mengelola Penghasilan bagi yang Sudah Berkeluarga

Mengelola Penghasilan bagi yang Sudah Berkeluarga

Mengapa tetangga saya bisa hidup sejahtera utamanya dalam hal finansial, padahal profesinya sama seperti saya dengan penghasilannya pun tak jauh berbeda? Jawabannya adalah tetangga Anda punya trik untuk mengelola penghasilan bulanannya. Sudahkah Anda merencanakan penghasilan bulanan? Kalau belum, simak tips merencanakan keuangan keluarga di bawah.

Berapa penghasilan Anda setiap bulannya? Penghasilan ini bukan hanya berasal dari gaji bulanan sebagai seorang pegawai negeri atau karyawan swasta saja, melainkan juga dari profesi atau bisnis sampingan yang Anda jalankan. Berapa pun penghasilan bulanan Anda, terpenting kelola dengan sebaik-baiknya. Apalagi jika Anda telah berkeluarga dengan kebutuhan yang makin meningkat. Jangan sampai Anda dan keluarga tidak harmonis karena terjerat problem keuangan. Terbukti tak sedikit kasus perceraian yang berdampak buruk terhadap psikologi anak dipicu lantaran masalah ekonomi. Untuk itu, diuraikan beberapa formula sukses mengelola penghasilan besar atau kecil bagi yang telah berkeluarga untuk mendapatkan kemapanan finansial sehingga kesejahteraan keluarga dapat tercapai.

Prioritaskan kebutuhan utama

Setelah mentotalkan berapa penghasilan bulanan Anda, langkah selanjutnya adalah mengalokasikannya pada pos kebutuhan utama sebesar 50% sebelum ke pos-pos pengeluaran lainnya. Adapun kebutuhan utama bagi yang sudah berkeluarga yaitu:

  • Kebutuhan dapur. Cek apa saja bahan dapur yang sudah habis? Beli bahan dapur yang lebih banyak karena umumnya harganya bakal lebih murah. Namun, tidak dianjurkan untuk bahan dapur yang mudah busuk, menimbulkan bau, berjamur, atau lainnya. Tak lupa periksa kondisi peralatan & perlengkapan dapur, apakah masih layak pakai atau tidak? Sebaiknya, beli peralatan atau perlengkapan dapur yang berkualitas. Meski harganya sedikit mahal, tapi keandalannya patut diacungi jempol sehingga dapat menghemat pengeluaran bulan-bulan berikutnya.
  • Dana pendidikan anak. Setiap orang memerlukan pendidikan formal. Tidak hanya dapat menambah wawasan & melatih keterampilan, tetapi juga menawarkan ijazah yang bisa dijadikan salah satu modal untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Makanya, Anda patut memprioritaskan dana pendidikan anak jika ingin masa depan anak lebih cemerlang. Mengingat dana pendidikan anak yang semakin meningkat belum lagi jika ditambah inflasi sekitar 10%, Anda dianjurkan untuk membuka tabungan pendidikan untuk jangka pendek (2 sampai 5 tahun) dan asuransi pendidikan untuk jangka panjang (berkisar 10 tahun).

Miliki dana darurat

Apa pentingnya? Ketika terjadi beberapa kondisi demikian, Anda tidak mengambil dana tabungan yang dapat mengganggu tujuan finansial. Bisa juga menjadi sumber penghasilan sementara karena tidak memiliki penghasilan tetap.

  • Beli kado pernikahan untuk saudara, teman, atau tetangga, kado ulang tahun untuk teman anak, atau persiapan acara wedding anniversary.
  • Perbaikan genteng bocor, lantai retak, ban bocor, atau barang produktif lainnya.
  • Biaya beli obat atau perawatan karena sakit, kecelakaan, atau lainnya.
  • Bayar ongkos transportasi ketika kendaraan pribadi rusak atau sewa rumah karena rumah sedang dibangun.

Dana darurat sendiri disisihkan sebesar 10% dari penghasilan bulanan Anda. Saldo ideal untuk dana darurat Anda setelah menikah adalah 6 kali lipat dari pengeluaran bulanan rutin, tapi ketika Anda telah memiliki anak idealnya antara 9 sampai dengan 12 kali lipat dari pengeluaran bulanan rutin.

Persiapkan dana pensiun

  • Semakin tua, kondisi fisik akan semakin menurun bahkan sering sakit-sakitan sehingga diri tidak mungkin lagi bekerja.
  • Meninggal tidak butuh syarat. Setiap orang bahkan yang usia muda sekalipun punya potensi untuk meninggal.

Dua kondisi ini menuntut Anda untuk memiliki dana pensiun. Dana pensiun tidak hanya dipergunakan untuk membiayai hidup di usia senja yang sudah tidak produktif lagi, tetapi juga sebagai dana untuk ditinggalkan kepada anak atau istri ketika meninggal. 15% setiap bulannya harus Anda sisihkan untuk dana investasi termasuk di dalamnya dana pensiun. Mengingat inflasi yang kian meningkat, Anda harus menetapkan dana pensiun yang diinginkan sekaligus biaya inflasi per tahunnya. Deposito (dengan modal awal 10 juta & bunga sekitar 6% per tahun) bisa Anda pertimbangkan untuk persiapan dana pensiun. Bisa juga dengan membeli asuransi jiwa dwiguna (perlindungan kesehatan & jiwa sekaligus investasi). Atau ingin berinvestasi emas? Silakan tonton video ini untuk mengetahui tipsnya.

Keuangan memang menjadi hal yang cukup krusial. Kehati-hatian, ketelitian, dan penuh perhitungan yang matang sangat diperlukan saat mengelolanya. Bagi Anda yang merasa belum begitu mampu mengelola keuangan keluarga sendiri, silakan gandeng ahli perencana keuangan dengan bantuan www.finansiaconsulting.com.